(0251) 8365959

Sekolah Petani FORTASBI

Ayo jadi bagian dari petani berkelanjutan!

Sumberdaya manusia (SDM) tidak akan tercipta dengan sendirinya, dibutuhkan sebuah proses pembelajaran terus menerus sejalan dengan kemajuan teknologi dan informasi serta paket-paket teknologi yang terbukti menguntungkan bagi petani sawit dan keluarga untuk kesejahteraanya terus berkembang. Kegiatan pendidikan dapat diperoleh melalui program sekolah petani FORTASBI. Melalui pelatihan dan pembelajaran, seseorang akan terangkat derajat dan cara berfikirnya. Sehingga, lahirlah orang-orang terdidik untuk modal pembangunan bangsa.

Untuk membangun system pertanian berkelanjutan dibutuhkan SDM yang berkualitas. Lebih dari itu, tersedianya SDM yang berkualitas merupakan modal utama bagi daerah untuk menjadi pelaku (aktor), penggerak pembangunan di daerah. Karena itu untuk membangun pertanian berkelanjutan, kita harus membangun sumber daya manusianya. SDM yang perlu dibangun di antaranya adalah SDM masyarakat pertanian agar penyuluhan terarah pada sasaran pembangunan.

Untuk membangun SDM masyarakat pertanian tersebut dibutuhkan SDM trainer lokal pertanian yang mampu menumbuhkembangkan kemampuan (pengetahuan, sikap dan keterampilan) petani. Sehingga trainer dituntut memiliki kompetensi dibidang penyuluhan serta menguasai perkembangan teknologi dan informasi dibidang pertanian. Dengan demikian terciptanya SDM masyarakat pertanian yang dapat mengelola usaha taninya dengan baik.

Tujuan Program Sekolah Petani Fortasbi adalah dalam rangka menghasilkan SDM pelaku pembangunan pertanian yang kompeten sehingga mampu mengembangkan usaha pertanian yang berkelanjutan, tangguh, bertani lebih baik (better farming), berusaha tani lebih menguntungkan (better bussines), hidup lebih sejahtera (better living) dan lingkungan lebih sehat. Program ini dikhususkan bagi trainer atau petani,sebagai wadah pemberdaya petani dalam pendampingan untuk:

  1. Membantu menganalisis situasi-situasi yang sedang mereka hadapi dan melakukan perkiraan ke depan;
  2. Membantu dalam menemukan masalah;
    Membantu dalam memperoleh pengetahuan/informasi guna memecahkan masalah;
  3. Membantu dalam mengambil keputusan, dan
  4. Membantu dalam menghitung besarnya risiko atas keputusan yang diambilnya.
    Demi terwujudnya hal tersebut, saat ini trainer dan petani dituntut memiliki kompetensi yang baik dan berkualiatas dalam melaksanakan tugasnya. Kompeten yang berarti seseorang trainer memiliki kecakapan dan kemampuan didalam bidangnya tentunya sesuai dengan jenjang tingkat dan sesuai kriteria pelatihan sebagai seorang trainer.

Peningkatan kecakapan dan kemampuan tersebut haruslah dilatih secara terus menerus agar seorang trainer pertanian berkelanjutan memilikinya. Untuk itulah pendidikan dan pelatihan seorang trainer menjadi penting untuk pengembangan pengetahuan dan profesionalismenya sebagai seorang trainer yang menjadi ujung tombak pembangunan pertanian di negeri ini.

Adapun untuk meningkatkan mutu dan pelayanan dalam melatih petani swadaya FORTASBI memliki pelatih/trainer khusus yang ahli dan kompeten pada setiap masing-masing bidangnya, pelatih/trainer ini dibagi menjadi 2 yaitu:

  1. Master Trainer merupakan pelatih/trainer yang memiliki banyak pengalaman dan telah memiliki sertifikasi khusus kepelatihan sesuai dengan bidang keahliannya seperti HCV, RISS dll.
  2. Local Trainer atau Pelatih Lokal merupakan petani kecil yang telah dilatih oleh seorang Master Trainer dengan tanggung jawabnya untuk melakukan pelatihan kepada petani kecil lainnya di dalam atau di luar kelompok masyarakatnya.
Scroll to Top