EnglishIndonesian
allammedica watches for men
169 Pengurus Koperasi di Kaltim Belajar Sertifikasi dari Virtual
169 Pengurus Koperasi  di Kaltim Belajar Sertifikasi dari Virtual

“Halloo… test… test…. Apakah suara saya kedengaran?”

“krkrkrkrkrk….szszs….. yaaaahh… putus lagi.”

“Bu, kita tunggu sebentar yaa… bapak-bapak petani belum datang, hari hujan.”


Suara-suara seperti ini tak jarang menghiasi pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh FORTASBI sepanjang Januari hingga bulan Maret 2021. Namun, meskipun banyak kendala yang dihadapi oleh petani-petani, terutama kendala sinyal, mati lampu, hujan, perbedaan waktu,  tapi tidak menyurutkan semangat mereka untuk tetap hadir dan belajar tentang RSPO, ISPO dan bagaimana petani dapat terlibat dalam sertifikasi RSPO.

 

GIZ salah satu Lembaga yang saat ini sedang mendukung dan mempersiapkan petani swadaya di Kalimantan Timur untuk dapat terilibat dalam sertifikasi RSPO dan ISPO ditahun 2022. Dengan dukungan pelatihan dari FORTASBI, pelatihan untuk pengurus Koperasi diselesaikan dengan baik. Pelatihan yang diselenggarakan dari Bulan Januari hingga Bulan Maret dan secara virtual tersebut, dihadiri oleh sekitar 169 petani yang berasal dari pengurus koperasi, dan ada beberapa peserta adalah berasal dari PPL Kabupaten dan juga ada Sebagian peserta adalah petani anggota koperasi.

“Saya sangat terkesan dengan pelatihan yang dilakukan oleh GIZ dan FORTASBI, meskipun secara virtual, dan tentu saja virtual adalah hal baru bagi petani, tapi Ketika saya hadir sebagai pelatih, saya menangkap semangat yang tinggi dari para petani-petani di Kalimantan Timur. Semoga ini menjadi awal yang baik, bagi temen-temen GIZ disana.” Ungkap Haris Silalahi, salah satu Master Trainer dari FORTASBI.

Pelatihan ini adalah pelatihan kedua yang dikhususkan untuk para pengurus koperasi. Setelah sebelumnya pada bulan Oktober hingga Bulan November 2020 dilakukan pula pelatihan untuk para Calon Fasilitator Koperasi. Ada sekitar 22 calon Fasilitator yang dilatih oleh Master Trainer dari FORTASBI. Kesemua calon Fasilitator tersebut nantinya akan membantu dan mendampingi koperasi-koperasi menuju sertifikasi RSPO dan ISPO.

“Alhamdulillah, kami telah menyelesaikan pelatihan untuk Fasilitator dan juga pelatihan untuk pengurus Koperasi. Untuk Pengurus Koperasi, ada sekitar 22 topik materi yang diberikan oleh Master Trainer kami. Pelatihan virtual memang tidak sebaik pelatihan yang dilakukan dengan cara interaksi secara lansung, namun dikarenakan kondisi Pandemic saat ini, mendorong kami dan GIZ untuk mencara cara lain untuk menjangkau petani-petani di Kalimantan Timur. Pelatihan ini baru Langkah awal, karena nanti kami dari FORTASBI dan para Master Trainer juga tetap akan melakukan Bimbingan Khusus pada Pendamping dan Pengurus Koperasi. Dan tahap bimbingan khusus ini adalah tahap paling penting, bagaimana pengurus koperasi dapat memenuhi semua standar dan persyaratan RSPO dan ISPO.” Ungkap Rukaiyah Rafik sebagai pengelola Sekolah Petani FORTASBI.



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)