EnglishIndonesian
allammedica watches for men
Perempuan dan Pemulihan HutanMak Mila, sebagai sosok perempuan tangguh yang bercita-cita menghijaukan kembali hutan yang rusak akibat pembalakan liar dan kebakaran hutan.
Perempuan dan Pemulihan Hutan

Oleh : M. Yunus Zulhakim

Nurcahaya Minaria Manalu atau lebih dikenal dengan Mak Mila, adalah sosok perempuan tangguh yang bercita-cita menghijaukan kembali hutan yang rusak akibat pembalakan liar dan kebakaran hutan.

Ibu satu anak ini adalah salah satu petani perempuan  pengelola Perhutanan Sosial. Sejak 2019 lalu, Mak Mila bergabung sebagai anggota di KTH (Kelompok Tani Hutan) Mahau Lestari Desa Sungai Penoban Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Mak Mila bersama petani hutan di desa Penoban telah mendapatkan Izin untuk mengelola Hutan melalui skema Perhutanan social, dan telah mendapatkan SK Perhutanan Sosial pada tahun 2018, yang diserahkan lansung oleh Bapak Presiden RI Jokowidodo saat kunjungan kerja di Propinsi Jambi pada Desember 2018 lalu.

Dalam Pengelolaan Perhutanan Sosial, Mak Mila mendapatkan hak mengelola seluas 2 Ha, dan mak Mila mengelola areal Perhutanan Sosial dengan mengembangkan tanaman agroforestry dan menjadikan tanaman kopi sebagai tanaman pokok.  Selain Kopi, Mak Mila juga bertanam Cabe dan sayur-sayuran di areal ini. Kebiasaan bertani sudah dilakoni sejak masih muda, kelihatan sekali sudah terbiasa bertani ketika menggunakan alat pertanian sederhana seperti parang terbas untuk membersihkan gulma. Begitu pula Ketika beliau mengangkut bibit dengan cara menggendong bibit diatas pundaknya dan berjalan kaki menaiki bukit dimana bibit akan ditanam.

Lokasi Hutan yang dikelola Mak Mila cukup jauh dari rumahnya, berjarak sekitar 10 Km. Untuk menuju ke lokasi Garapan, hanya bisa ditempuh dengan kendaraaan roda dua, dengan kondisi jalan yang terjal dan licin, kadang-kadang harus menelusuri sungai yang berbatu dan licin. Meskipun demikian, tidak ada setitik pun rasa putus asa Mak Mila untuk terus mengangkut bibit dan menanam bibit tersebut dihutan yang telah dipercayakan padanya dan kelompoknya untuk dikelola dan dipulihkan. Berkat ketekunannnya, kini bibit Kopi sudah mulai berbuah.

“Senang sekali, melihat Kopi sudah mulai berbuah, semua kesulitan yang saya temui Ketika mengangkut bibit, harus jatuh bangun karena jalannya berbatu, licin dan juga berbukit-bukit seperti terbayar. Saya melihat kehidupan kembali bergerak dihutan ini.”









Mak Mila, selain pengelola Perhutanan Sosial, beliau juga juga aktif dalam kegiatan Kelompok Perempuan Pengelola Pembibitan (KP3) Mahau Berseri yang dibentuk pada pertengahan 2022. Di Kelompok Pembibitan, Mak Mila menjabat sebagai sekretaris dengan fokus kegiatan pembibitan kopi, kemiri dan menanam beragam sayuran. Mak Mila juga mengajak perempuan lainnya untuk terlibat dalam rehabilitasi Perhutanan Sosial, dengan cara melakukan pembibitan. Hingga  saat ini,  anggota KP3 20 orang perempuan.

“Kami berterima Kasih kepada pendamping kami dari CAPPA karena ada program untuk mendorong perempuan didesa agar menyediakan bibit untuk kepentingan rehabilitasi Perhutanan Sosial yang kami Kelola. Selain untuk menghijaukan hutan, tentu saja memberikan peluang untuk pendapatan perempuan didesa ini.” 



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)