EnglishIndonesian
allammedica watches for men
Petani Mandiri Terima Dana Insentif Sertifikasi 1,1 Juta U$ Tahun 2020
Petani Mandiri Terima Dana Insentif Sertifikasi 1,1 Juta U$ Tahun 2020

Sekitar 26 Kelompok Petani Mandiri yang telah bersertifikat RSPO di Indonesia patut berbangga hati, karena usaha untuk terlibat dalam sertifikasi RSPO menuai hasil. Awal tahun 2020 ini, FORTASBI sebagai platform Petani Mandiri berhasil mempromosikan credit sertfikasi RSPO milik Petani Mandiri dengan jumlah transaksi mencapai 1.123.000 Juta US Dolar. Dana tersebut dinikmati oleh 26 Kelompok Petani Mandiri dengan jumlah Petani mencapai 5.886 Petani Mandiri dengan luas lahan bersertifikat mencapai 13.226 Ha.

Dana itu adalah dana yang diterima oleh Kelompok Petani Mandiri dari para pembeli produk minyak kelapa sawit, sebagai insentif usaha mereka dalam mengimplementasikan standard minyak sawit berkelanjutan dalam praktek kebunnya dan kelembagaannya. Jumlah itu memang tidaklah terlalu besar jika dibandingkan dengan jumlah produksi TBS yang dihasilkan Petani Mandiri yang mencapai 259.259 ton/tahun. karena jika dihitung, maka insentif yang diterima hanyalah sebesar 4,3 U$/ton saja.

Meskipun kecil, jumlah tersebut telah memberikan impact luar biasa bagi peningkatan perbaikan management kelembagaan, peningkatan kualitas lingkungan dan peningkatan pendapatan keluarga Petani anggota. Di salah satu kelompok Petani Manidri di Provinsi Jambi, menggunakan dana insentif itu untuk perlindungan sungai yang masuk dalam Kawasan Nilai Konservasi Tinggi. Sekitar 2000 Km sungai dilindungi sebagai zona perlindungan sejak tahun 2016. Perlindungan tersebut berdampak pada membaikanya kualitas hidup perempuan disekitar desa, karena hampir setiap hari perempuan dan anak-anak memanfaatkan sungai untuk mandi dan cuci.

“Sejak kami membuat Lubuk Larangan di Sungai Pengabuan, kini ikan-ikan yang dulu punah kembali lagi. Seperti ikan Semah, ikan Baung dan Udang Gala. Tidak ada lagi orang menggunakan racun disungai, dan desa-desa di hilir juga mendapatkan manfaat dari perlindungan sungai di Hulu. Sertifikasi RSPO mendorong kami untuk lebih banyak melindungi Kawasan-kawasan penting kami didesa.” Ungkap Pak Zaudi, Kelapa Desa Sei Rotan

Tak hanya perlindungan lingkungan, dana insentif juga digunakan beberapa kelompok untuk mengembangkan usaha kelompok, seperti yang dilakukan oleh KUD Tani Subur di Kalimantan Tengah, dana insentif yang diterima tersebut mereka gunakan untuk mengembangkan Wisata Agro di desa (kolam renang, pertanian untuk edukasi, dan wisata lainnya). Hingga kini tamu di Wisata Agro tersebut tidak pernah sepi pengunjung, dan menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Pangkalan Bun. Rata-rata pendapatan KUD dari wisata ini mencapai 2,3 Milyar/tahun. “Kami ingin agar dana yang kami terima itu dapat dinikmati secara berkelanjutan oleh Petani Anggota secara khusus, dan masyarakat secara umum. Sehingga dana yang kami terima tidak habis begitu saja untuk hal-hal yang tidak perlu.”Sutiyana, Ketua KUD Tani Subur.

“Dana insentif yang diterima oleh Petani hendaknya digunakan untuk kepentingan peningkatan perbaikan produksi dan peningkatan kualitas lingkungan. Karena dana itu didapatkan akibat dari komitmen dan praktek mereka terhadap perlindungan lingkungan dan perbaikan kelembagaan. Kami dari FORTASBI akan selalu memastikan bahwa dana insentif itu digunakan untuk kepentingan anggota dan keberlanjutan implementasi standar RSPO.” ungkap H. Narno Ketua FORTASBI

“Kami berharap agar pembeli kredit sertifikasi milik Petani Mandiri terus bertambah dari tahun-tahun, agar makin banyak pula Petani Mandiri terlibat dalam sertifikasi minyak sawit berkelanjutan. Karena hanya inilah solusi saat ini untuk mengurangi kerusakan hutan dan kerusakan lingkungan akibat ekspansi yang destruktif. Lagi pula, pembelian credit Petani Mandiri adalah menjadi salah satu bentuk dari komitmen untuk membagi tanggung jawab untuk mempercepat implementasi minyak sawit berkelanjutan.” Ungkap Rukaiyah Rafik yang juga selaku pengelola Sekolah Petani FORTASBI.



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)