EnglishIndonesian
Unilever Mendukung 4000 lebih Petani Mandiri di Indonesia Melalui Pembelian Kredit Sertifikat RSPO
Unilever Mendukung 4000 lebih Petani Mandiri di Indonesia Melalui Pembelian Kredit Sertifikat RSPO

Unilever tidak hanya mendukung petani swadaya di Indonesia melalui program-program pemberdayaan petani mandiri, tapi Unilever juga mendukung petani mandiri yang telah berhasil bersertifikat RSPO dengan membeli credit petani mandiri. Sejak tahun 2014 lalu, Unilever telah aktif membeli credit sertifikat petani swadaya Indonesia, hingga sekarang Unilever adalah salah satu pembeli kredit yang konsisten membeli credit sertifikat RSPO milik petani mandiri.

Tahun 2020 adalah tahun dimana Unilever mendominasi pembelian credit petani mandiri, dimana Unilever menguasai hampir 75% dari total  nilai transaksi mencapai 700.000 US. Dana tersebut dikelola lansung oleh koperasi atau kelompok petani mandiri yang jumlahnya sekitar 19 Kelompok. Jika melihat jumlah petani mandiri secara keseluruhan dan yang mendapatkan manfaat dari dana credit itu, maka jumlah petani mandiri yang mendapatkan manfaat adalah mencapai 4000 petani mandiri. Jumlah ini adalah jumlah yang masuk dalam pencatatan FORTASBI, karena ada juga pembelian credit milik petani dilakukan secara lansung oleh Unilever ke koperasi atau Kelompok Petani.

Selain Unilever, ada beberapa pembeli lainnya yang juga turut membeli credit petani mandiri, namun volume yang dibeli tidak terlalu besar. Pembeli-pembeli tersebut adalah Pepsico, ACT, Body Shop, Estee Lauder, Fellekjoopet, Bayer AG dan Bali Shop. Meskipun mereka membeli volume kecil, tapi kehadiran mereka sangat membantu petani mandiri untuk terus mengimplementasikan standar minyak sawit berkelanjutan, dan mendukung petani mandiri untuk melanjutkan perlindungan lingkungan, dan perbaikan kelembagaan petani mandiri.

Hingga tahun 2020, ada sekitar 29 koperasi atau kelompok petani mandiri yang bersertifikat RSPO. Dukungan semua pihak pada petani mandiri terutama pembeli yang mendukung melalui pembelian credit diharapkan mampu menjadi pemicu bagi petani-petani mandiri lainnya untuk turut dan terlibat dalam implementasi standar minyak sawit berkelanjutan.



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)